BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh kembali menambah jajaran akademiknya dengan pengukuhan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas.
Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Senat Akademik USK, Prof Abubakar di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Rabu (5/2/2025), yang dihadiri oleh civitas akademika dan sejumlah undangan penting.
Kelima profesor yang baru dikukuhkan ini berasal dari beragam bidang keilmuan yang saling melengkapi, menandakan keberagaman dan kedalaman riset yang dikembangkan di USK.
Mereka adalah Prof. Taufik Suryadi; Prof. Taufiq C. Dawood; Prof. Dr. Nadirsyah; Prof Zinatul Hayati; dan Prof. Mirza Tabrani.
Di penghujung acara, kelima profesor tersebut menyampaikan orasi ilmiah mereka, menggali lebih dalam ke dalam bidang kajian mereka masing-masing. Orasi ilmiah yang disampaikan tidak hanya mencerminkan kepakaran, tetapi juga menyajikan solusi untuk persoalan-persoalan penting yang dihadapi masyarakat.
Prof. Taufik Suryadi membuka rangkaian orasi dengan mengkaji kontribusi ilmu kedokteran forensik dalam sistem penegakan hukum.
Dalam penelitiannya, Prof. Taufik menyoroti pentingnya teknologi dan metode ilmiah, seperti autopsi, analisis DNA, serta pemeriksaan barang bukti biologis dalam mengungkap kebenaran hukum.
Menurutnya, kedokteran forensik memiliki peran vital dalam menyelesaikan kasus-kasus hukum yang kompleks, terutama yang berkaitan dengan kejahatan yang sulit dibuktikan hanya melalui kesaksian atau bukti fisik.
Selanjutnya, Prof. Taufiq C. Dawood mengangkat isu lemahnya pertumbuhan ekonomi di Aceh, yang menurutnya disebabkan oleh kurang optimalnya kualitas belanja modal publik, khususnya dalam pembangunan infrastruktur yang mendukung investasi dan daya saing ekspor.
Prof. Taufiq menekankan perlunya reformasi kebijakan yang berfokus pada pengelolaan anggaran yang lebih efisien dan efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Aceh.
Di sisi lain, Prof. Nadirsyah mengangkat pentingnya peran audit internal dan pengendalian internal dalam pencegahan kecurangan serta penguatan tata kelola pemerintahan di Indonesia.
Penelitiannya berfokus pada bagaimana audit dan kontrol internal dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam sektor publik, yang kini tengah menghadapi tantangan besar berupa peningkatan kasus korupsi dan ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran publik.
Prof. Zinatul Hayati kemudian menyoroti ancaman global yang jarang mendapat perhatian cukup, yaitu resistensi antimikroba (AMR).
Dalam orasinya, Prof. Zinatul menjelaskan bagaimana peran ahli mikrobiologi klinik sangat penting dalam menghadapi fenomena AMR yang dapat memicu krisis kesehatan global.
AMR, yang disebabkan oleh penyalahgunaan antibiotik dan obat lainnya, mengancam efektivitas pengobatan dan pengendalian infeksi. Prof. Zinatul menyarankan perlunya kolaborasi lintas disiplin untuk memitigasi dampak AMR ini.
Terakhir, Prof. Mirza Tabrani memaparkan tentang pengembangan produk perbankan syariah yang lebih inovatif dan kompetitif.
Ia berhasil menyusun model baru dalam pengembangan produk perbankan syariah yang tidak hanya sesuai dengan prinsip syariah, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing, khususnya di Aceh.
Prof. Mirza menekankan bahwa dengan adanya inovasi, perbankan syariah dapat memainkan peran yang lebih besar dalam perekonomian Aceh, termasuk memperkuat inklusi keuangan dan menciptakan peluang investasi yang lebih luas.
Penjabat Gubernur Aceh, Safrizal ZA yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Wali Amanat USK dalam sambutannya mengapresiasi kontribusi USK dalam mendukung pembangunan Aceh, khususnya melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menekankan pentingnya peran akademisi dalam pemajuan ekonomi dan kesehatan Aceh, mengingat kedua sektor tersebut menjadi pilar utama pembangunan Aceh.
“USK telah banyak berkontribusi bagi pembangunan Aceh melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Saya berharap semangat ini terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga kampus ini semakin berkembang dan diakui di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Safrizal. []









