Sepanjang 2025, Baitul Mal Bireuen Salurkan Zakat dan Infak Rp 13,78 Miliar

Ketua BMK Bireuen, Tgk. Muhammad Hafiq, S.Sy. Foto: BMK Bireuen
banner 468x60

BIREUEN – Baitul Mal Kabupaten (BMK) Bireuen menyalurkan zakat dan infak sebesar Rp 13,78 miliar lebih sepanjang tahun anggaran 2025. Dana tersebut disalurkan kepada 4.421 mustahik yang berhak menerima bantuan sesuai dengan senif zakat dan program infak.

Ketua BMK Bireuen, Tgk. Muhammad Hafiq, S.Sy, mengatakan dana zakat yang disalurkan mencapai Rp 3.957.486.228 kepada 3.885 penerima. Sementara dana infak sebesar Rp 9.824.199.200 disalurkan kepada 536 penerima.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Dana zakat yang disalurkan adalah penerimaan zakat hingga bulan Desember 2025, karena kendala waktu, tentunya penerimaan tahun ini ada zakat yang tersisa dan akan disalurkan tahun berikutnya,” jelas Tgk. Muhammad Hafiq kepada wartawan, Senin (12/1).

Ia merinci, penyaluran zakat meliputi 572 fakir uzur dengan total Rp 858.000.000, hak miskin permohonan melalui BMK kepada 467 penerima sebesar Rp 467.000.000, serta biaya pendampingan berobat bagi 22 penerima sebesar Rp 44.000.000.

Selain itu, zakat juga disalurkan kepada 986 siswa miskin tingkat SD sebesar Rp 591.600.000, 424 siswa miskin SMP sebesar Rp 318.000.000, 31 siswa miskin MTs sebesar Rp 23.250.000, serta 890 siswa miskin MI/MA (Kemenag) sebesar Rp 445.000.000.

BMK Bireuen juga menyalurkan zakat kepada 140 warga miskin penyandang disabilitas sebesar Rp 210.000.000 serta pembangunan 54 unit jamban sehat bagi keluarga miskin dengan anggaran Rp 398.734.000.

Untuk amil UPZ lembaga, sekolah, dan instansi vertikal disalurkan dana sebesar Rp 445.902.228. Selain itu, zakat juga diberikan kepada empat orang mualaf sebesar Rp 20.000.000 dan pada senif fisabilillah kepada 136 santri sebesar Rp 136.000.000.

“Tahun 2025, BMK Bireuen sudah menyalurkan dana Infak untuk sejumlah kegiatan meski masih terbatas karena kendala waktu, ada sejumlah kegiatan dengan sumber dana infak yang akan dilaksanakan tahun 2026,” katanya.

Dana infak, lanjut Hafiq, digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi kepada 432 penerima sebesar Rp 1.177.000.000. Selain itu, bantuan untuk korban kebakaran rumah disalurkan kepada 10 orang sebesar Rp 50.000.000.

BMK Bireuen juga membangun 94 unit rumah bagi fakir miskin (dhuafa) dengan total anggaran Rp 7.919.818.000, ditambah biaya perencanaan dan pengawasan sebesar Rp 166.320.000. Sementara empat kegiatan pelatihan menghabiskan anggaran Rp 505.811.200.

Menurut Hafiq, seluruh dana pada tahun anggaran 2025 tersebut disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima.

“Terima kasih kepada ASN Pemkab Bireuen dan instansi yang sudah menyalurkan zakat melalui Baitul Mal Bireuen. Kami berharap semakin banyak pengusaha dan muzakki lainnya ikut menyalurkan zakat melalui Baitul Mal Bireuen. Sehingga semakin banyak masyarakat fakir dan miskin dapat dibantu sesuai dengan ketentuan syariat Islam,” katanya. []

Pos terkait

banner 468x60