BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah

[kanan-kiri] Penyerahan sertifikasi ISO/IEC 27701:2019 Sistem Manajemen Informasi Privasi (SMIP) diserahkan oleh Regional Director Lembaga Sertifikasi CBQA Global Anwar Siregar kepada Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya dan Direktur Information Technology BSI Muharto Hadi Suprapto. Foto: Humas BSI
banner 468x60

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat komitmennya terhadap tata kelola dan etika digital di tengah percepatan transformasi teknologi dengan meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 untuk pelindungan data pribadi nasabah.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya perseroan dalam menghadirkan layanan keuangan modern yang aman, terpercaya, dan beretika. Terlebih, di era ketika penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI) semakin dominan dalam pengambilan keputusan perbankan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

ISO 27701:2019 merupakan standar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS) yang memastikan organisasi mampu mengelola data pribadi secara sistematis, aman, transparan, serta bertanggung jawab sesuai praktik terbaik global.

Pencapaian ini menegaskan kesiapan BSI dalam menjawab tantangan transformasi digital yang kian kompleks. Perseroan memastikan seluruh siklus pengelolaan data—mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, hingga penghapusan—dilaksanakan dalam kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan berorientasi pada pelindungan hak nasabah.

Dengan demikian, pemanfaatan data dan teknologi, termasuk sistem analitik dan pengembangan AI, tetap berada dalam koridor etika, kehati-hatian, dan akuntabilitas.

Bagi BSI, inovasi digital tidak sekadar meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan, melainkan juga membangun kepercayaan jangka panjang. Sertifikasi ISO 27701:2019 menjadi landasan penting agar setiap pengembangan sistem berbasis data mampu meminimalkan risiko penyalahgunaan informasi, mencegah bias yang tidak diinginkan, serta menjaga integritas keputusan teknologi.

Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, menyampaikan bahwa BSI merupakan first mover dalam implementasi ISO 27701:2019 yang efektif berlaku sejak 16 Desember 2025. Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang mencakup sistem, proses, dan budaya organisasi.

“Di era pemanfaatan AI dan data analytics, kepercayaan adalah aset yang tidak dapat digantikan. ISO 27701:2019 memastikan bahwa inovasi digital yang kami kembangkan tetap berlandaskan etika, akuntabilitas, dan pelindungan hak nasabah. Karena bagi BSI, teknologi harus memperkuat amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar kecepatan,” ujar Arief, Minggu (1/3).

Lebih dari sekadar pemenuhan kepatuhan regulasi, sertifikasi ini turut memperkuat tata kelola perusahaan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan. Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan etika digital, BSI menempatkan pelindungan data sebagai bagian integral dari reputasi, kredibilitas, dan kepercayaan pemangku kepentingan—mulai dari nasabah, regulator, investor, hingga mitra global.

Saat ini, BSI telah dipercaya lebih dari 23 juta nasabah dari berbagai segmen. Dengan diraihnya sertifikasi ISO 27701:2019, perseroan semakin mantap memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan pertumbuhan nasabah secara berkelanjutan, sejalan dengan penguatan sistem, tata kelola, dan integritas perusahaan. []

Pos terkait

banner 468x60