Ramadhan Perdana di Aceh, Omid Popalzay Terpikat Hangatnya Suasana Berbuka

Omid Popalzay. Foto: MO Persiraja
banner 468x60

BANDA ACEH – Ramadhan tahun ini menghadirkan pengalaman istimewa bagi gelandang kreatif Persiraja Banda Aceh sekaligus pemain tim nasional Afghanistan, Omid Popalzay. Untuk pertama kalinya, ia menjalani bulan suci di Aceh bersama keluarga sejak bergabung dengan klub berjuluk Laskar Rencong tersebut.

Bagi Popalzay, atmosfer Ramadhan di Tanah Rencong terasa sangat berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia yang pernah ia tinggali. Nuansa religius yang kuat membuatnya merasakan kemudahan dalam menjalani ibadah puasa.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Alhamdulillah, saya merasa sangat baik. Semuanya terasa jauh lebih mudah karena melihat orang-orang di sekitar berpuasa, salat, dan benar-benar sibuk dengan Ramadan,” kata Omid dilansir dari Bola Aceh, Selasa (3/3).

Meski demikian, Popalzay mengakui sempat membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan ritme kehidupan masyarakat Aceh selama Ramadhan. Ia membandingkan situasi tersebut dengan pengalaman tinggal di Bekasi dan Bogor, di mana aktivitas harian cenderung berjalan normal tanpa banyak perubahan jam operasional.

“Di Aceh ada waktu-waktu tertentu ketika toko tutup dan kapan buka kembali. Jadi saya harus membiasakan diri karena belum terbiasa dengan kondisi seperti itu,” katanya.

Namun proses penyesuaian itu justru menjadi bagian dari pengalaman berharga bagi dirinya dan keluarga. Ia mengaku sangat menikmati suasana berbuka puasa di Aceh yang menurutnya menghadirkan energi kebersamaan yang kuat.

“Saat berbuka, semua restoran penuh dan suasananya luar biasa. Saya dan keluarga sangat menyukainya,” tuturnya.

Terkait menu berbuka, pemain asal Afghanistan tersebut memiliki pilihan favorit. Ia selalu memulai dengan soto Betawi sebelum melanjutkan dengan nasi atau bihun yang dipadukan dengan ayam atau lauk lainnya.

“Saya suka nasi atau bihun dengan ayam atau apa saja, tapi harus nasi atau bihun,” ujarnya sambil tertawa.

Ramadhan perdana di Aceh tak sekadar menjadi momen ibadah bagi Popalzay, tetapi juga perjalanan adaptasi budaya dan kebersamaan keluarga. Pengalaman itu kini menjadi bagian penting dalam kisah kariernya bersama Persiraja Banda Aceh, sekaligus mempererat kedekatannya dengan masyarakat setempat. []

Pos terkait

banner 468x60