BANDA ACEH – DPD Partai Demokrat Aceh melanjutkan jejak Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mendiang istrinya, Ani Yudhoyono, dalam gerakan penghijauan di Hutan Kota Tibang, Banda Aceh. Kali ini, penanaman pohon dilakukan melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Jumat (31/7/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Rian Syafruddin, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda penghijauan, tetapi juga bagian dari upaya meneruskan tradisi baik yang telah dilakukan SBY dan Ani Yudhoyono.
“Penanaman pohon ini sendiri bukan hal yang baru. Kami melanjutkan tradisi yang sudah dilakukan oleh Pak SBY dan Bu Ani,” kata Rian di kawasan Tibang, Banda Aceh, Jumat (31/7/2026).
SBY menanam pohon trembesi di Hutan Kota Tibang saat meresmikan kawasan tersebut pada 29 November 2010. Penanaman itu menjadi salah satu penanda awal pembangunan ruang terbuka hijau di lahan yang sebelumnya terdampak tsunami.
Menurut Rian, jejak tersebut menjadi inspirasi bagi Demokrat Aceh untuk kembali menghidupkan semangat penghijauan di kawasan Tibang.
“Kalau teman-teman berkesempatan main ke taman kota, di situ ada satu prasasti yang menanam pohon trembesi pertama kali adalah Pak SBY dan Bu Ani pada saat itu,” ujarnya.
Dalam Gerakan Langit Biru Indonesia Asri kali ini, Demokrat Aceh menanam sejumlah pohon yang disesuaikan dengan kondisi dan kontur tanah di kawasan tersebut.
Rian menegaskan penanaman pohon itu tidak ditujukan sebagai kegiatan seremonial. Pohon yang ditanam diharapkan benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami menanam beberapa pohon yang tentunya cocok dengan kontur tanah di sini. Tujuannya bukan seremonial, tapi tujuannya pohon tersebut bisa menjadi simbol harapan kita,” jelasnya.
Dia mengatakan manfaat dari pohon yang ditanam mungkin tidak langsung dirasakan oleh para peserta kegiatan hari ini. Bahkan, menurutnya, generasi berikutnya bisa menjadi pihak yang menikmati rindangnya pohon tersebut.
“Pohon tersebut insyaallah akan tumbuh, dan mungkin bisa saja bukan kami yang menikmati rindangnya pohon, bisa juga anak-anak kita,” katanya. []








