BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh selangkah lagi membuka Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter. Kampus tersebut menargetkan sudah bisa menerima mahasiswa baru pada tahun ini setelah menjalani evaluasi lapangan dari Direktorat Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Evaluasi lapangan digelar secara hybrid di Auditorium Prof Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (30/7/2026). Tahapan ini menjadi proses penting sebelum pemerintah menerbitkan izin operasional program studi.
Tim evaluator menilai kesiapan UIN Ar-Raniry dari berbagai aspek, mulai dokumen akademik, kurikulum, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga dukungan rumah sakit pendidikan.
Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan seluruh kebutuhan pembukaan Program Studi Kedokteran telah dipersiapkan sesuai standar pemerintah.
“Alhamdulillah, dengan dukungan seluruh sivitas akademika, Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Pidie, dan Pemerintah Kota Banda Aceh, seluruh instrumen, dokumen, sumber daya manusia, fasilitas fisik, serta sarana dan prasarana telah kami siapkan secara serius,” kata Mujiburrahman.
Menurutnya, evaluasi lapangan menjadi momentum bagi kampus untuk memperoleh masukan dari tim evaluator sekaligus memastikan seluruh persyaratan pembukaan program studi telah terpenuhi.
Mujiburrahman menegaskan pendirian Fakultas Kedokteran bukan sekadar menambah program studi baru, tetapi menjadi bagian dari strategi UIN Ar-Raniry dalam memperkuat kontribusi terhadap pembangunan sektor kesehatan di Aceh.
“Kami ingin melahirkan dokter Muslim yang tidak hanya kompeten dalam bidang medis, tetapi juga memiliki integritas, etika, kepekaan sosial, dan nilai-nilai keislaman yang kuat sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry akan memiliki kekhasan akademik melalui pengembangan bidang promotif dan preventif penyakit infeksi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan mengintegrasikan ilmu kedokteran dan nilai-nilai Islam.
Menurutnya, kehadiran fakultas tersebut menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga dokter di Aceh yang masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan jumlah maupun kualitas tenaga medis.
Dukungan terhadap pembukaan Program Studi Kedokteran juga datang dari Pemerintah Aceh. Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir menyebut pendirian Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry merupakan investasi strategis bagi masa depan kesehatan masyarakat Aceh.
“Pendirian Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry bukan sekadar penambahan program studi, tetapi merupakan investasi strategis bagi masa depan kesehatan masyarakat Aceh,” kata Nasir.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Aceh menyiapkan hibah lahan sekitar 30 hektare untuk pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UIN Ar-Raniry. Selain itu, pemerintah juga menghibahkan aset Akademi Keperawatan beserta sarana dan prasarananya guna memperkuat infrastruktur pendidikan kesehatan.
Nasir berharap kehadiran Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry dapat memperluas akses pendidikan kedokteran sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Aceh.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf mengatakan persiapan akademik telah dilakukan secara menyeluruh.
Persiapan tersebut meliputi penyusunan kurikulum berbasis kompetensi, penguatan sumber daya manusia, pengembangan jejaring rumah sakit pendidikan, hingga penyusunan visi keilmuan yang mengacu pada standar nasional pendidikan kedokteran.
“Kehadiran Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry bukan sekadar menambah jumlah fakultas, tetapi menghadirkan model pendidikan kedokteran yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Aceh melalui pendekatan promotif, preventif, dan berbasis nilai-nilai Islam,” ujar Yasir.
Ia mengatakan kurikulum yang disusun juga telah melalui proses *benchmarking* dengan sejumlah fakultas kedokteran terkemuka di Indonesia dan Malaysia.
Yasir menyebut apabila izin operasional diterbitkan dalam waktu dekat, UIN Ar-Raniry akan segera membuka penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran pada Agustus 2026.
“Insya Allah, jika izin operasional keluar dalam waktu dekat, penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran akan dibuka pada Agustus 2026,” katanya.
Evaluasi lapangan tersebut dihadiri Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Dr Mukhamad Najib, Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh Dr Rizal Munadi, jajaran pimpinan UIN Ar-Raniry, perwakilan Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai perguruan tinggi pengampu, serta mitra rumah sakit pendidikan dan puskesmas. []









